Aku Ingin Kembali Menjadi Anak-Anak

Tiga anak menari
tentang tiga burung gereja
Kemudian senyap
disebabkan senja

—Goenawan Mohamad, dalam sajak Anak-Anak Mati

Hidup adalah kelana yang tiada putus. Aku mulai tumbuh dewasa dan memanggul sekarung beban tanggung jawab sebagai orang dewasa. Aku harus dihantui oleh masa depan dan masa lalu.

Anak-anak berlarian dan pergi dari kepalaku. Perasaanku mudah rapuh serupa permen kapas. Aku merasa menjadi orang dewasa berarti harus siap menerima serpihan-serpihan kesedihan. Aku mudah bersedih tanpa sebab, tanpa kata-kata. Anak-anak pergi dan membawa ransel berisi tawa.

Hidup adalah kelana yang tiada putus. Namun, jika anak-anak meninggalkan diriku sendiri, aku pasti bakal lekas mampus.

Aku ingin kembali menjadi anak-anak.

Tanpa kesedihan dan kebencian.

Advertisements

One Reply to “Aku Ingin Kembali Menjadi Anak-Anak”

  1. Hmmmm, tp jujurnya kalo aku ga pengen jd anak2 lagi :D. Kalo liat dulu, suasana sekolah, suasana rumah, jauh lbh enak saat skr setelah dewasa mas :). Mungkin krn pengalamanku waktu kecil ga terlalu menarik utk diulang yaaa :p

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s