Maraton Film

Waktu berlalu cukup lekas. Tak terasa, sebentar lagi bulan suci ramadhan akan segera tiba. Tak banyak hal yang berubah dari keadaan saya. Tetap dalam keadaan yang selalu dijaga untuk baik-baik saja. Namun, akhir-akhir ini, saya mencoba lebih menyibukkan diri untuk menyerap lebih banyak wawasan. Dari buku dan film. Urusan film, dalam minggu ini saya sudah melakukan maraton dari film-film karya Quentin Tarantino sampai Woody Allen. Harapannya, tentu agar saya bisa terhibur. Dan juga menyerap semua gagasan dari para maestro film.

Woody and Death.png
Dari film Love and Death karya Woody Allen

Dari film Quentin Tarantino, saya belajar, bahwa hidup memang tak melulu harus lurus dan sehat. Terkadang ia bisa bengkok dan berdarah-darah. Dan, dari situlah komedi hadir. Supaya hidup tak terlampau getir untuk dijalani. Sedangkan dari Woody Allen, saya belajar tentang bagaimana memperlakukan hidup. Siapapun yang sudah menonton film-film Woody Allen pasti paham. Woody memang dikenal sebagai sutradara. Tapi, sesungguhnya ia adalah seorang filsuf eksistensialis yang menyaru sebagai seorang sutradara.

Sudahkah kamu menonton film mereka?

Advertisements

One Reply to “Maraton Film”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s