Arsip Itu Suci

Dalam beberapa tulisan di blog ini, saya sudah kepalang sering menceritakan hal-hal buruk tentang mantan bos saya. Saya sering mengolok-oloknya karena memang, ia adalah bos yang kelewat degil dan menyebalkan. Namun, sebagai perimbangan, biarkanlah saya membuat maaf dengan menceritakan beberapa kebaikannya. Meski dalam beberapa waktu ia menyebalkan, sebenarnya ia juga punya kebaikan yang membuat saya berpikir dan belajar.

Waktu itu, pekerjaan saya adalah pekerjaan yang memaksa saya untuk bertungkus lumus dengan lembaran arsip-arsip penting. Tidak bisa tidak. Setiap hari saya harus bersentuhan dengan lembaran kertas dan map. Kertas-kertas itu adalah kertas penting karena memuat data-data penting. Data para nasabah. Saya tak boleh ceroboh apalagi main-main dengan kertas-kertas arsip itu. Maka, tak jarang pada beberapa kesempatan saya memang pernah diomeli sang bos karena lalai dalam mengelola arsip. Dan tentu saja saya menerima omelannya dengan lapang dada. Sebab, saya memang salah. Ia juga tak jarang membagikan ilmunya tentang cara merapikan arsip-arsip itu. Dari hal-hal terkecil mengenai cara merapikan arsip sampai cara melubangi kertas dengan pembolong kertas. Upayakan semua arsip tersusun rapi dalam bindex.

Saya akui, pada bidang ini bos saya memang orang yang piawai. Saya banyak belajar padanya. Arsip adalah barang suci. Karena, keteledoran dalam mengelola arsip dapat menimbulkan resiko yang gawat. Bayangkan saja, dalam sebuah audit di sebuah kantor dari unit lain, pernah diketemukan keteledoran mengelola arsip oleh si auditor. Akibatnya, si pekerja—yang punya wewenang pekerjaan pada tugas itu dibebani dengan denda yang tak sedikit. Ia harus membayar uang sejumlah dua puluh juta rupiah. Mau tidak mau, ia harus membayarnya. Atau pilihan lainnya: dipecat!

Dari situ saya belajar dari sang bos, bahwa arsip bukan urusan sepele.

Saya jadi ingat, dalam salah satu tetralogi novel pulau buru, berjudul Rumah Kaca, Pramoedya Ananta Toer menggambarkan bahwa salah satu perjuangan kaum pergerakan ialah melalui kerja kearsipan. Pram berujar:

“Jika kamu rajin mengarsip, kamu tak akan pernah bisa dibohongi oleh kekuasaan apa pun.”

Advertisements

2 Replies to “Arsip Itu Suci”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s