Kasur: Sebuah Perkara Sepele Yang Tak Sepele

Seringkali kita abai dengan asal mula segala macam benda yang fungsinya sangat membantu hidup kita. Kasur, misalnya. Benda ini adalah perangkat yang sungguh membantu manusia dalam menjaga kualitas tidurnya dan menghindarkan kepala dari serangan senewen. Coba bayangkan saja bilamana kasur tak pernah ada, maka manusia akan terus menerus-terus diserang penyakit nyeri punggung dan masuk masuk angin karena tidur di lantai atau tanah.

*

Oh, tapi hal itu memang pernah dilalui nenek moyang kita—para manusia, kawan. Berabad-abad yang lalu, ketika zaman neolitikum, manusia masih terbiasa tidur tanpa alas. Hanya tanah tempat mereka berbaring dan tidur. Namun, kebiasaan itu mulai berkembang ketika manusia mulai merasa tidurnya tak nyaman ketika harus terganggu oleh serang hama semacam semut dan kecoa, atau terbangun dengan ditempeli kotoran. Maka sedikit demi sedikit manusia mulai berpikir, mereka mulai mencoba tidur dengan alas dedaunan atau ranting pohon.

Waktu terus berjalan dan manusia kian hari kian cerdik. Untuk terus meningkatkan kualitas kenyamanan tidur mereka, manusia pun mulai memanfaatkan kulit binatang yang dijahit sebagai bantal. Agar tidur menjadi lebih hangat dan akhirnya pulas. Dan pada tahun 3600 SM ditemukanlah sebuah alas tidur yang terbuat dari Goatskins berisi air di Persia. Lalu, 200 SM di zaman romawi kuno kasur dibuat dari tas yang di isi dengan rumput, bulu wol, dan jerami kering. Dan begitulah, kasur semakin membikin manusia makin manja dalam tidur dan terus mendengkur.

Hingga pada akhirnya, kasur diciptakan dengan teknologi lateks oleh Dunlop pada tahun 1926. Kasur inilah yang mulai banyak digunakan oleh kebanyakan orang-orang kelas menenga atas karena empuk-lentur layaknya karet. Atau bahkan pada tahun 1970 NASA mengembangkan kasur yang terbuat dari bahan bernama busa memori. Semata-mata, untuk tidur yang lebih nikmat.

*

Yah, kasur adalah perangkat sederhana yang sepele. Tapi, apakah hidupmu akan tetap baik-baik saja jika kasur tak pernah ada dan beban pekerjaan terus-menerus menonjok tengkukmu?

 

Kurasa, terserang insomnia dan stress bukanlah hal yang membahagiakan.

 

*) sebagian informasi dari tulisan ini disarikan dari laman Wikipedia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s